Undiknas University yang merupakan universitas terkemuka di Bali secara kontinu dan konsisten melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL). Untuk PKL kali ini akan diterjunkan di beberapa perusahaan mulai tanggal 22 Juli 2009 sampai dengan 21 Agustus 2009.
PKL merupakan bentuk kegiatan yang memadukan antara pendidikan, penelitian, sebagai bagian integral dari kurukulum S1. Program ini tidak berdiri sendiri dan tidak terpisahkan dengan tujuan pendidikan lainnya, juga merupakan pengalaman belajar yang berhubungan antara konsep akademik dengan realita/implementasi pada dunia kerja.
(more…)
Sebagai bentuk demokrasi di lingkungan kampus, serta untuk mengimplementasikan Undang Undang Badan Hukum Pendidikan (BHP) No. 9 Tahun 2009, Selasa, 7 Juli 2009, Komisi Guru Besar Undiknas University melaksanakan pemilihan perwakilan dosen di Senat Akademik dengan cara pemilihan langsung.
Pemilihan perwakilan dosen di Senat Akademik Undiknas University berlangsung sebanyak 2 putaran, dimana pada putaran I dipilih 10 orang dosen yang mendapatkan suara terbanyak (The Best Ten), selanjutnya pada putaran II dipilih 6 orang dosen (The Best Six) yang akan mewakili dosen di Senat Akademik Undiknas. (more…)
Undiknas University pada hari Senin, 1 Juni 2009 melaksanakan apel bulanan rutin di halaman Kampus F Sidakarya Denpasar. Apel bulanan yang sekaligus untuk memperingati Hari Lahirnya Pancasila diikuti oleh seluruh dosen dan karyawan di lingkungan Undiknas University.
Bapak Drs.Ngakan Putu Kiskinda, MS selaku Pembina upacara mewakili Rektor merasa bangga terhadap kedisiplinan dosen dan karyawan Undiknas University mengikuti apel bulanan rutin, karena acara apel seringkali dipandang negatif yang kesannya seolah-olah hanya membuang-buang waktu saja.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Rektor juga memperkenalkan tenaga Cyber Net baru a.n. I Nyoman Sata Wiweka Nanda (Bagian Hardware) dan Ngakan Bagus Prasasta Sudiatmika S.T. (Bagian Software)
Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Seluruh Indonesia (Aptisi) Bali bersamaan dengan Unud secara rutin membahas dan mengkritisi RTRWP Bali. Senin (25/5) kemarin, rektor dan pimpinan Aptisi Bali bertemu di IKIP PGRI Bali untuk merancang rumusan yang akan diserahkan kepada Gubernur dan DPRD Bali.
‘Jadi, tak ada istilah terlambat, bahkan pemikiran anggota kami juga sebagian ditampung pada pertemuan guru besar di Unud,’ tegas Rektor IKIP PGRI Bali Drs. Redha Gunawan, M.M. Penasihat Aptisi Bali ini menegaskan, kiprah Aptisi Bali sangat pas memecahkan masalah rakyat dan nasib Bali ke depan. Redha Gunawan juga menolak usulan tinggi bangunan hingga 33 meter dan upaya menghilangkan apeneleng dan apanimpug yang berarti hancurnya kawasan suci (pura).
(more…)